Masan SE Ketua DPRD Kudus Berikan Yang Terbaik Untuk Rakyat

Masan SE Ketua DPRD Kudus Berikan Yang Terbaik Untuk Rakyat

Jam dinding telah menunjukkan pukul 07.30 pagi saat suasana gedung DPRD masih cukup sepi. Hanya terlihat para staf Sekretariat DPRD yang memang sudah datang ke kantor untuk memulai aktifi tasnya. Namun, tak berapa lama kemudian, Masan, Ketua DPRD Kudus tiba di kantornya. Dengan bergegas, politisi asal PDI Perjuangan tersebut turun dari mobilnya untuk kemudian masuk ke ruang kerjanya. Meski rekan dan koleganya sesama anggota dewan lainnya belum banyak yang hadir, namun Masan selalu berusaha untuk hadir paling awal. Sesampainya di ruangan, setumpuk berkas yang telah ada di mejanya mulai diperiksa satu per satu. Dibantu oleh ajudannya, Masan membaca dengan seksama dokumen tersebut dan selanjutnya menandatangani beberapa lembar dokumen yang perlu ditandatangani. ”Sebagai pimpinan, tentu saya berusaha untuk memberikan contoh yang baik bagi teman-teman lainnya. Setiap hari, saya selalu berusaha menyempatkan diri untuk datang ke kantor,” kata Masan saat mengawali pembicaraan. Ya, periode 2014-2019 memang menjadi periode emas karier Masan sebagai seorang politisi. Dengan berkah kemenangan PDI Perjuangan dalam pemilu legislatif, Masan yang menjabat sebagai anggota DPRD Kudus untuk periode kedua kalinya, akhirnya terpilih menjadi Ketua. Tentu banyak hal yang berbeda dari Masan dibandingkan saat menjabat di periode sebelumnya. Dedikasi, kinerja serta pola komunikasi, pria asal Undaan Lor, Kecamatan Undaan tersebut terbilang banyak berubah. ”Kalau dulu terkadang saya bolos berangkat ke kantor, kini sebisa mungkin tidak. Sebab, saya tentu ingin memberi tauladan yang baik agar DPRD Kudus periode ini menjadi lebih baik dan memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” katanya. Selain memberi contoh kinerja yang baik, Masan ingin merubah mindset kinerja para wakil rakyat yang selama ini kinerjanya sedikit dianggap miring oleh sebagian masyarakat. Pada periode 2014-2019 ini, Masan berobsesi menjadikan institusi DPRD Kudus menjadi lembaga terdepan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mendorong semua elemen DPRD Kudus baik alat kelengkapan maupun personal keanggotaan untuk lebih giat dalam bekerja. Dengan berpedoman pada tiga fungsi DPRD Kudus dalam hal legislasi, budgeting dan pengawasan, Masan berharap semua anggota DPRD Kudus bisa memberikan kemampuan terbaiknya dalam melayani masyarakat dengan prinsip kolektif kolegial. Untuk itu, dalam bekerja Masan tak lupa selalu mengajak komunikasi seluruh elemen yang ada. Sehingga tak jarang, Masan berkoordinasi dengan unsur Wakil Ketua, pimpinan komisi, pimpinan Badan hingga pimpinan fraksi. ”Untuk itu, saya membentuk lembaga berupa forum pimpinan yang mana forum tersebut merupakan lembaga nonformal yang bertugas mendiskusikan berbagai kebijakan yang akan diambil,” tandasnya. Dedikasinya untuk melayani masyarakat juga tak perlu diragukan. Dalam beberapa kali kesempatan, Masan terlihat memimpin langsung beberapa kelompok masyarakat yang datang ke DPRD baik untuk menyampaikan aspirasinya seperti aksi demo maupun audiensi lainnya. Meski sebenarnya tugas tersebut bisa dilimpahkan ke Komisi atau Alat Kelengkapan lainnya yang berkaitan, namun sering kali Masan memilih untuk memimpin sendiri. Sebab, dari kesempatan bertemu langsung dengan masyarakat itu lah Masan merasa mendapat banyak pelajaran berharga. ”Bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan masyarakat akan semakin mengasah kepekaan sosial kita. Ini merangsang kemampuan kita untuk berpikir bagaimana mengambil kebijakan dan mencari solusi atas perma salahan yang timbul di masyarakat,” ujarnya. Disinggung harapannya atas institusi DPRD ke depan, Masan menginginkan agar semua anggota baik yang memiliki jabatan struktural atau tidak, untuk tetap mengedepankan kepentingan masyarakat. Betapapun beragamnya pandangan masya rakat yang ada, namun dengan itika d baik dan niat untuk mengabdikan diri kepada rakyat, Masan yakin DPRD Kudus ke depan bisa benar-benar menjadi rumah rakyat dan menjadi institusi yang selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat. ”Ini menjadi kesempatan bagi kami semua. Dalam satu periode ini, masyarakat akan menilai bagaimana kinerja kami. Jika memang baik, insyallah kepercayaan masyarakat akan tetap diberikan lagi,” pungkasnya

Dari Pedagang Beras, Merambah ke Politisi

Politisi memang bisa lahir dari mana saja dan kapan saja. Tak terkecuali Masan, politis PDI Perjuangan yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kudus periode 2014-2019. Siapa sangka pria asal Undaan ini dulu adalah seorang pedagang beras. Berikut kisahnya. Terjun ke dunia politik praktis, sebenarnya jauh dari benak Masan muda. Sebab, sejak muda Masan memang telah bergelut di dunia bisnis dengan menjadi pengusaha beras dan palawija yang cukup berhasil. Perkenalannya dengan dunia politik bermula ketika lulus SMA pada 1996, Masan hanya ikut-ikutan tetangganya untuk berkampanye mendukung PDI Perjuangan. Saat itu, Masan juga hanya ikut-ikutan menjadi pengurus Ranting PDI Perjuangan yang saat itu menjadi peserta dalam pemilu 1997. Keseriusannya merambah dunia politik semakin kuat menyusul era reformasi dimana PDI Perjuangan menjelma menjadi sebuah partai besar. Hingga akhirnya Masan pun dipilih menjadi Sekretaris Ranting PDIP Desa Medini, Kecamatan Undaan. Dari situlah ayah dua anak ini mulai serius terjun di dunia politik, karena
ingin melanjutkan karirnya ke posisi yang lebih tinggi, dia mencalonkan diri sebagai ketua PAC Undaan pada 2001. Ini dengan asumsi Ketua PAC akan mendapatkan porsi lebih untuk mencalonkan diri menjadi anggota DPRD. Namun sayangnya, ambisi tersebut gagal tercapai ketika dalam Musancab, Masan tumbang dari pesaingnya. Akhirnya, dia menurunkan target dan memilih untuk menjadi ketua Ranting Desa Medini dan terpilih. Kiprahnya yang cukup bagus, membuat karier Masan terus naik. Pada 2005 dia dipercaya untuk menjadi pengurus di DPC dan langsung menduduki jabatan sebagai wakil ketua DPC. ”Jadi, waktu itu saya langsung naik dari pengurus Ranting ke pengurus DPC,” ujar Masan. Setelah hanya berkutat dalam kepengurusan, tiba lah titik tolak kecemerlangan karier Masan. Pada tahun 2009, Masan menjajal peruntungannya dengan menjadi calon anggota legislatif. Ternyata pilihannya tersebut tepat dan dia terpilih sebagai anggota dewan. Berkat interaksi dengan warga di kecamatan sentra produksi padi, termasuk Kecamatan Undaan, maka dirinya mampu mendapatkan suara untuk mengantarkan ke kursi dewan. Interaksi dengan petani yang cukup intens tersebut karena saat itu dia menjadi bakul beras. ”Hingga sekarang aktifi tas sebagai pedagang beras juga masih saya lakukan,” terangnya.
Keinginan menjadi anggota dewan tak lepas dari rasa prihatinnya dengan infrastruktur di Kudus saat itu, terutama Kecamatan Undaan. Sehingga membuat aktifi tas ekonomi juga terhambat, saat itu dia berpikir bagaimana saat menjadi dewan pembangunan infrastruktur bisa diperjuangkan. Karena selama hidup dari kecil hingga dewasa, dia merasa Kecamatan Undaan merupakan kecamatan tertinggal. Karena saat itu pimpinan daerah juga dari PDIP, maka semakin pas untuk pembangunan infrastruktur dan lainnya. Dalam dunia politik, saat awal duduk sebagai pengurus memang masih kurang pemngalaman, namun dia sering mendaptkan pelajaran dari senior-seniornya. Sehingga membuat ilmu politiknya semakin matang. Puncaknya, saat dia ditunjuk oleh Ketua DPC PDIP Musthofa untuk menjadi ketua tim sukses dalam Pilbup 26 Mei 2013 lalu. Dengan kerja keras tim dan arahan ketua DPC, akhirnya mampu mengantarkan duet Musthofa-Abdul Hamid duduk sebagai Bupati Kudus. ”Saat menjadi ketua tim sukses membuat saya semakin matang, banyak pelajaran yang saya peroleh saat menajdi ketua tim sukses,” imbuhnya. Kesuksesan tersebut berlanjut saat hajatan Pileg 2014 digelar. Masan semakin memantapkan diri sebagai politisi saat terpilih lagi sebagai anggota DPRD Kudus dengan perolehan mencapai 9.502 suara, atau terbanyak diantara caleg-caleg jadi lainnya. Karena mendapatkan perolehan terbanyak dan tergolong senior, beberapa waktu lalu ketua DPC PDIP Musthofa merestui dirinya sebagai ketua DPRD Kudus. ”Sebagai ketua DPRD Kudus, tentu yang saya pikirkan tidak hanya di daerah pemilihan (Dapil) saya saja, melainkan juga seluruh wilayah di Kabupaten Kudus,” ujarnya. Suami dari Kiki Ratnasari ini kedepan ingin lebih bermanfaat bagi masyarakat, baik partainya maupun secara pribadi. Walaupun nantinya dia tidak lagi menjabat sebagai anggota dewan, dia ingin tetap berkiprah di masyarakat. ”Entah melalui kegiatan apa yang penting bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.*